Laman

Selasa, Agustus 23

Cibinong Raya Poros Baru Penyangga Kota


Aktifitas pembangunan di Cibinong Raya nampak di setiap sudut kawasan. Infrastruktur pendukung berupa jalan raya baru kini tengah dibangun. Pengembangan perumahan pun agresif dilakukan. Begitupula dengan pembangunan fasilitas publik dan komersial.
Bupati Bogor Rachmat Yasin tak henti berupaya melakukan percepatan pembangunan wilayah Cibinong Raya sebagai Ibukota Kabupaten Bogor. Cibinong Raya merupakan gagasan yang diluncurkan Rachmat Yasin karena menurutnya untuk mengembangkan Kota Cibinong sebagai Ibukota Kabupaten Bogor tidak bisa berdiri sendiri. Wilayah-wilayah di sekitarnya seperti Bojonggede, Tajur Halang, Citeureup, Babakan Madang, dan  Sukaraja juga harus digeber pembangunannya.
Tujuan pengembangan Cibinong Raya juga untuk menampung luberan pertumbuhan Kota Bogor. Selama ini Bogor menjadi pilihan pertama orang Jakarta bila mencari rumah. Padahal, kapasitasnya sudah tidak memadai. Sayangnya selama ini wajah atau identitas Kabupaten Bogor belum jelas sehingga kurang menarik. Untuk itulah Cibinong Raya diniatkan bersalin rupa.
Menurut Burhanudin, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor sudah memiliki Perda No 19/2008 tentang Tata Ruang Wilayah yang mengatur arah pemanfaatan ruang Kabupaten Bogor. Berbekal Perda itu, kemudian disusunlah enam rencana detail tata ruang (RDTR). Salah satunya RDTR Cibinong Raya yang mencakup Kecamatan Cibinong,  Bojong Gede, Tajur Halang, Citeureup, Babakan Madang dan Sukaraja. “RDTR Cibinong Raya akan segera diserahkan ke DPRD dan mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dibuatkan payung hukumnya berbentuk Peraturan Daerah (Perda),” ujarnya.
Joko Pitoyo, Sekretaris Dinas (Sekdis) Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor mengatakan, pembentukan Cibinong Raya sama halnya dengan konsep Megapolitan, di mana semua bentuk jenis usaha berada di dalamnya sehingga nantinya akan menjadi wilayah jasa perdagangan. “Jadi semua kegiatan perdagangan akan terkumpul di sini, baik sektor pertanian maupun kegiatan perekonomian lainnya. Akan tetapi kalau sudah menjadi wilayah Cibinong Raya keberadaan sektor pertanian tidak boleh lagi ada di kawasan tersebut,” papar Joko.
Sementara Dani Rahmat, Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan DinasTata Ruang dan Pertanahan mengatakan, yang paling utama dan mendasar dalam pelaksanaan rencana ini yaitu terciptanya sistem infrastruktur terpadu. “Dengan begitu Cibinong Raya bisa dengan mudah dicapai dari berbagai wilayah sekitarnya,” lanjutnya.
Saat ini Pemkab Bogor tengah membangun berbagai jalan tembus. Salah satunya dari Jl Raya Bogor ke kawasan Gelanggang Olah Raga (GOR) Cibinong di Pakansari hingga Jl Tegar Beriman yang disebut Jl Lingkar GOR. Sebagai terusan Jl Sentul Baru selepas pintu tol Sirkuit Sentul di jalan tol Jagorawi. Dari Tegar Beriman, kemudian direntang hingga Jl Raya Parung dekat perumahan Telaga Kahuripan melalui Bojong Gede. Tegar Beriman-Bojong Gede sendiri sudah terkoneksi melalui Jl Pemda Bambu Kuning. Jadi, tinggal melanjutkan dari Bojong Gede ke Jl Raya Parung (Kemang). Sedangkan ujung Jl Tegar Beriman di Jl Raya Bogor ditembuskan ke Jagorawi melalui pintu tol Citeureup, sehingga kawasan GOR bisa diakses dari banyak arah, tidak hanya lewat Jl Sentul Baru. Selain itu dari Bojong Gede juga bisa dibuka akses ke tol BORR seksi 2 Kedung Halang–Yasmin (Jl KH Soleh Iskandar). Sementara Bojong Gede akan menjadi ujung jalan tol Antasari (Jakarta)–Depok–Bojong Gede. Di pertemuan berbagai jalan utama ini bisa dibangun terminal terpadu dengan berbagai fasilitas pendukungnya
Selain itu, Pemkab Bogor juga akan membangun jalan poros Tengah-Timur yang nantinya akan menghubungkan Cibinong ke Bekasi (Delta Mas) dan Cianjur. Jalan poros Tengah–Timur dimulai dariSirkuit Sentul. “Dalam waktu dekat, jalan tembus Cibinong yang melintasi Bojonggede, tembus ke Kemang (Parung) akan dibangun. Jika semuanya terwujud,  diharapkan roda ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat. Kami harus bangun infrastruktur untuk mendukung Cibinong. Harapan saya dengan infrastruktur yang terbangun kegiatan ekonomi akan bergairah sehingga terbentuk zona-zona pengembangan baru yang mempercepat pembentukan wajah kota,” jelas Burhanudin.
Pemkab Bogor akan menjadikan kawasan GOR Cibinong menjadi CBD danlandmark Kabupaten Bogor. Selain aneka sarana olah raga, di sini bakal didirikan fasilitas komersial, bisnis, pendidikan, kesehatan dan rekreasi selain hunian dengan menggandeng para investor. Luas kawasan diproyeksikan 60 sampai 100 ha. Yang sudah menyambutnya antara lain Megapolitan Group dengan proyek Cimandala City (17 ha). Proyek ini memiliki dua gerbang di Jl Raya Bogor dan Jl Lingkar GOR.
Lumbung Rumah Menengah
“Jika ingin mencari rumah menengah di Bogor, cari saja di Cibinong, pilihannya banyak sekali. Permintaan rumah menengah bakal melonjak seiring dibuka akses jalan baru,” ujar Thomas, pemilik agen properti Indohouse. Di Cibinong, pilihan rumah menengah sangat beragam. Terkonsentrasi di tiga koridor: Jl Sentul Baru-Lingkar GOR, Jl Pemda Baru/Sukahati-KSR Dadi Kusmayadi, dan Jl Tegar Beriman-Bojong Gede.
Cibinong Raya memang dirancang sebagai snetranya rumah kelas menengah. Melalui Peraturan Bupati No 83/2009 tentang Pedoman Operasional Pemanfaatan Ruang, yang bisa dibangun di Cibinong hanya rumah dengan kaveling minimal 84 m2. Tujuannya, agar wajah kota tidak terlalu crowded. Pengembangan RSH diarahkan ke wilayah lain.

Tidak ada komentar: